Sosok Gus Dur Dalam Teropong Forum GMRI dan Posko Negarawan Bersama Sejumlah Tokoh

JUANDA – Kisah keluarga muda yang belum punya anak mendatangi Gus Dur berulang-ulang hingga hamil lalu lahir 4 anak sekaligus, karena do’a yang menumpuk tidak sabar itu, hingga melahirkan 4 orang anak sekaligus. Jadi dalam berdo’a pun harus sabar.

Prof.Dr. (HC) Habib Chirzin mengawali paparan tentang Gus Dur yang dikenal sejak tahun 1974. Simbol tiga roda. Dan budaya dengan agama yang saling berkaitan.

Lalu Gus Dur mengajak menulis bersama membuat buku bersama kawan-kawan lain. Acara qulikium di Bali. Dampak pembangunan terhadap masyarakat Asia Tenggara. Dampak yang menjadi sorotan petani yang tidak produktif. Setidaknya ekspirtir gula tidak lagi dominan di dunia pada tahun 1976.

Panitia pelaksananya akan ditangkap, sehingga Gus Dur menyembunyikannya di Tebuireng. Dan nostalgia bersama Gus Dur sempat dibonceng dengan vespa biru oleh Gus Dur dari Jombang ke Denanyar, Jawa Timur.

Gus Dur multi talenta. Bahkan Gus Dur mengusulkan agar Pondok Pabelan mendapat penghargaan seni Arsitektur internasional atau Agakhan Award. Dengan meminjam mesin tik di LSP, sebabnya dia menjabat Pemimpin Redaksi Majalah LSP (Tembaga Studi Pembangunan), sehingga Pondok Pesantren Pabelan mendapat Penghargaan Agakhan Award tahun 1980.

Pengalaman spiritual di Menhattan jumpa Syeh Sizi bersama Gus Dur, yang saling mencium tangan yang sangat menakjubkan.

Dr. Muryanto Amin, rektor Universitas Sumatra Utara. Jujur mengakui tidak lernah berhubungan secara fisik dengan Gus Gur.

Karier di USU dia temluh mulai dari Dosen, Dekan Fisip dan Rektor USU sekarang. Dan pemikiran dan perjuangan para tokoh sangat penting bagi dunia perguruan tinggi, utamanya dari Gus Dur. Sebab kesatuan waliyah, kesatuan jiwa serta sikap dari Gus Dur. Semua berada dalam nuansa yang humanis, tidak menyakitkan orang lain. Karakter politik semacam itu menunjukkan pemikirab yang substzbtib dari pemahanan Islam dari Gus Dur.

Sebuah thesis seorang mahasiswa yang menarik menyandingkan perbedaan antara Gus Dur dengan Soekarnoa yang memaksakan dekrit Presiden. Tali Gus Dur tidak melakukannya saat diimpigmen, kata Muryanto Amin.

Satro sebagai santri Dus Dur yang bodoh, karena ilmu yang saya timba dari Gus Dur menggunakan keranjang.Jadi memang belum maksimal, kata Sastro mengawali kisahnya bersama Gus Dur.

Sebagai aktivis yang mencari kebenaran dengan serba kebetulan ini, ucap Sastro. Gus Dur memang sebagai penjelajah pencari kebenaran dari berbagai sumber mata air.

Imunitas kuktural yang dilakukan Gus Dur mampu membuat pemikiran banyak orang segar menjadi segar. Dan sejarah bagi Gus Dur route peradaban suatu bangsa yang bisa menjadi referensi hidup. Karena itu, suatu bangsa bisa memiliki imunitas yang kuat dan tangguh.

Begitulah usaha membangun keoercayaan dan kekuatan spiritualitas yang bisa kita pelajari dari Gus Dur. Jadi seorang intelektual tidak membiarkan begitu saja realitas dan kebenaran menghampiri dirinya.

Gus Dur mampu memahami pemahaman terhadap ilmu humaniora dengan ilmu yang lain. Jadi ilmu agama yang dipahami sebagai pengetahuan semata, akibatnya tidak menjadi laku, sifat dan sikap dalam praktek kehidupan nyata.

Deivisit pemikiran dan keinginan menyerap pemikiran serta ide maupun langkah perjuangan para tokoh intelektual dan spirutual yang padat dan penuh nikai-nilai kemuliaan bagi kemanusuaan, kata moderator Prof. Yudhie Haryono yang nakal menggelitik para pembicara dalam acara webinar ini.

Eko Sriyanto Galgendu yang menjadi pemapar terakhir melihat Gus Dur sebagai manusia setengah dewa. Dan Gus Dur sebagai manusia setengah Dewa itu. Gus Dur pernah memiliki m
unggulan kader, diantaranya Machfud MD, Alwi Sihab dan Muhaimin Iskandar serta AS. Hikam.

Dalam aspek spiritualitas, Gus Dur pernah memberikan kupluknya kepada Joko Widodo saat masih menjadi Walikota Solo.

Sedangkan pemagaman terhadap Gus Dur saat menjabat Presiden Indonesia, untuk menempatkan para pemuka agama lebih agung, agar tidak direndahkan hingga berada di bawah Kementerian Sgama. Sebab para pemuka agama lebih pantas dan patut mengisi posisi DPA (Dewan Pertimbangan
Agung) di negeri ini.

Pengalam bersama Gus Dur yang dikritik oleh pengikutnya, mengzpa selalu ikut dengan Eko Sriyanto Galgendu, maka jawaban Gus Dur, karena hanya Eko Sriyanto Galgendu yang mampu mewujudkan keinginnya tanpa diminta, tanpa diberi tahu, tanpa diberi uang dapat mewujudkan keinginannya.

Nasehat yang paling berharga bagi Eko Galgendu sebagai ahli waris GMRI(Gerzjzn Moral Rekonsiliasi Indonesia) yang dibangun bersama itu katanyz, berjalanlah terus meski tidak ada jalan, karena dengan begitu kau akan menemukan jalan itu, kata Gus Dur kepada Eko Sriyanto Galgendu.

Sabda dan canda Gus Dur banyak memberi pemahaman dan candaan, tapi penuh makna. Seperti sosok Sunan Kalijogo itu, kata Gus Dur bukan wali penjaga kali, tetapi penjaga tata aturan, tata aliiran dan tata hukum hingga dari hilir ke hulu sehingga aliran sungai dapat mengalir tanpa melanggar atau menentang sunnattulah.

Kata Habib Chirzin, Gus Dur itu sangat humanis. Itu sebabnya Gus Dur berani mua menjalin hubungan dengan negara sosialis di dunia seperti Jerman Timur, karena intinya pendidikan itu — langsung atau tidak langsung — adakah membebaskan manusia. Dan joke Gus Dur yang juga berkesan bagi Mas Habib ketika Gus Dur mengalami stroke untuk yang kedua kalinya. Gus Dur bilang, biasanya orang mengali stroke yang kedua langsung mati, tapi ternyata Tuhan sangat berbaik hati, kata Gus Dur.

 

Penulis : Jacob Ereste