Polres Lampung Tengah Tidak Melanjutkan Kasus Asusila “AD” Sudah Berdamai

LAMPUNG TENGAH, ATENSINEWS.COM – Inisial AD telah dilaporkan ke Polres Lampung Tengah sekira bulan Desember 2022 dengan kasus Asusila Santri Pondok Pesantren A yang berada di Lampung Tengah.

AD merupakan Ketua Ikatan Khatib Dewan Masjid Indonesia (IKDMI) Provinsi Lampung,  dan ustadz /pengajar di Ponpes A Lampung Tengah. Santri tersebut umur kurang lebih 18 tahun, atas kasus Asusila Ahmad Dimyati ini, santri tersebut dipulangkan dan enggan disebutkan namanya.

Saat di konfirmasi kepada Kasatreskrim Polres Lampung Tengah AKP Edi Qorinas, S.H.M.H. Kasus tersebut sudah melakukan perdamaian, “terang AKP Edi Qorinas.

“Sekiranya diakhir tahun 2022 kasus Asusila Ahmat Dimyati ini masuk ke Polres Lampung Tengah, sempat dipanggil pelaku (Ahmad Dimyati) dan korban merupakan Santri Pondok Pesantren A. Kasus Asusila Ahmat Dimyati berhenti sampai saat ini, Ahmad Dimyati tidak diproses hukum Pidana yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia karena kedua pihak sudah melakukan perdamaian, “terang AKP Edi Qorinas.

Dilansir media berita Jatim.com, tanggal 14 Mei 2022, Wakapolri komjen Gatot Edi Pramono; (Restorative justice (keadilan restoratif) tidak berlaku untuk kasus Asusila.

Masyarakat Kampung Sri Harjo Bumi Ilir Kecamatan Anak Tuha Kabupaten Lampung Tengah mendesak meminta kepada Kapolda Lampung dapat mengatensi Kapolres Lampung Tengah untuk dapat meninjau kembali kasus Asusila Ahmat Dimyati dan proses penahanannya dilanjutkan, kenapa setelah berdamai namun proses hukum Pidananya tidak berlanjut, Apakah setelah berdamai tidak diproses hukum Pidana Asusila, masyarakat bertanya-tanya karena Asusila sangat merugikan korban, korban malu meninggalkan bekas selamanya sedangkan pelaku AD masih saja berkeliaran,”tutur narasumber AN. (Novis)