Oknum ASN Bangai Di Tangkap Usai Jual Kebun Sawit Milik Orang Lain

Banggai | Atensinews.com – Oknum aparatur sipil negara (ASN) berinisial AR (44) di Banggai, Sulawesi Tengah (Sulteng) ditangkap polisi karena menjual 8 hektare kebun sawit yang ternyata bukan miliknya. Aksi pelaku membuat korbannya merugi hingga Rp 190 juta.

“Oknum PNS ini menjual tanah yang berisi kelapa sawit dengan luas 8 Ha (hektare),” ujar Kasat Reskrim Polres Banggai Iptu Tio Tondy kepada wartawan, Jumat (21/4/2023).

Iptu Tio mengatakan kasus ini berawal saat AR menjual tanah berisi kelapa sawit yang berada di Desa Tohitisari ke warga berinisial SU pada November 2022 lalu. AR diketahui bekerja sebagai mantri di Puskesmas Nuhon.

Keduanya menyepakati harga Rp 160 juta untuk jual beli tanah itu. Pelaku juga minta tambahan uang sebesar Rp 30 juta (sehingga total Rp 190 juta) untuk balik nama sertifikat. Cuma sertifikat yang dikasih waktu jual beli itu masih fotokopian, kemudian dijanji untuk diberikan aslinya kalau sudah balik nama,” terangnya.

Selang beberapa bulan, SU yang merasa sudah membeli tanah tersebut hendak memanen kelapa sawit di lokasi. Namun terungkap dari warga sekitar, kebun tersebut bukan milik AR.

“Berdasarkan informasi dari warga sekitar, tanah yang dibeli oleh korban bukan milik AR,” ungkapnya.

Merasa ditipu, korban lantas melaporkan AR ke polisi atas dugaan kasus penipuan dan penggelapan pada Februari 2023. Korban juga mencoba menghubungi pelaku agar mengembalikan uang miliknya.

“Korban melapor ke Polres Banggai atas dugaan penipuan dan penggelapan,” jelasnya.

Polisi yang menerima laporan langsung melakukan penyelidikan. AR sempat dipanggil sebanyak 2 kali untuk diperiksa penyidik namun mangkir. Pelaku akhirnya diamankan saat berada di RSUD Luwuk pada Kamis (20/4).

“Panggilan pertama, kedua sudah dilayangkan tapi pelaku tidak pernah penuhi. Sehingga dilakukan pemanggilan ketiga dan pelaku langsung kita bawa saat berada di salah satu ruangan di RSUD Luwuk,” beber Iptu Tio.

Kepada polisi, pelaku mengakui perbuatannya telah melakukan penipuan.

Marwan