Mengandalkan Swadaya Masyarakat, Pembangunan Mesjid Nurul Taqwa Batu-batua Sukses Dilaksanakan

JENEPONTO – Pembangunan mesjid Nurul Taqwa Batu-Batua desa Datara Kecamatan Bontoramba Kabupaten Jeneponto telah selesai dibangun sekitar lima bulan 21 hari.

Selama proses pembangunan, masyarakat merasa nyaman dalam melakukan  ibadah dibawah kondisi mesjid yang tergolong belum layak dipakai beribadah. Senin 21/11/22

Karena begitu tingginya iman dan taqwa masyarakat Batu-Batua sebagai hamba Allah mereka tidak pernah surut menjalankan ibadah dengan keadaan mesjid proses renovasi. Patut kita akui semua bahwa tinggi nya rasa keimanan terhadap maha pencipta segala sesuatu yang terkadang sulit dilalui akan menjadi mudah.

Sikap ini yang tercermin terhadap semua masyarakat Batu-Batua dan sekitar rnya dalam menjalankan syariat islam  membesarkan  dan memperjuangkan makna keimanan yang hakiki.

Kalau kita melihat secara kasat mata pembangunan mesjid di Batu-Batua ini, sungguh luar biasa motivasi dan solidaritas persatuan mereka sehingga pembangunan mesjid Nurul Taqwa Batu-Batua bisa selesai dalam jangka waktu 5 bulan lebih.

Padahal kalau kita pikir secara rasional membangun mesjid besar dan semegah itu tidaklah mudah, terutama dalam aspek pendanaan dan sumber daya manusia.

Berdasarkan penjelasan ketua panitia pembangunan mesjid Nurul Taqwa Batu-Batua (Haji Lahamuddin), dana yang dipakai di mesjid tersebut sekitar Rp. 800 juta lebih. Dana sebesar itu bersumber dari  dana swadaya masyarakat. Yakni, kepala desa dan aparatnya 100 zat semen 40 kg, Japa Ramlah 50 zat semen 40 kg  dari Tintang Andi Tonro Rp. 10 jt, almarhumah Jumaintang binti H.Muda  Rp. 23 jt , Haji Mini 45 jt 600 rb , H. Baseng Makassar 100 zak semen  40 kg, anggota dewan jusri Mannuruki kubah utama dengan harga Rp. 45 jt  kabag kesra jeneponto Rp. 5 jt,   Agus Manjangloe Rp. 10 jt.