Kurangnya Publikasi, Program CSR Picu Image Negatif Terhadap Perusahaan Sawit di Merauke

MERAUKE – Anggota DPRD Kabupaten Merauke, Johan Paulus menghadiri kegiatan focus group discussion (FGD) bersama peneliti dari Universitas Musamus dan Universitas Pattimura yang membahas tentang Evaluasi Implementasi Corporate Social Responsibility (CSR) untuk meningkatkan pendapatan Petani Sawit Masyarakat Lokal di Kabupaten Merauke. Selasa (29/11).

Dalam pertemuan tersebut anggota DPRD Kabupaten Merauke Johan Paulus menyampaikan bahwa dari hasil pertemuan antara peneliti, akademisi, perusahaan pengelola sawit, pakar hukum dan anggota DPRD tersebut, diketahui bahwa pada dasarnya pemberian CSR pada perusahaan sawit sebenarnya sudah melakukan program penyaluran CSR kepada masyarakat.

Tetapi sayangnya program yang dilakukan oleh pihak perusahaan sawit di Merauke kurang dipublikasi, sehingga menimbulkan image di masyarakat jika perusahaan tidak melakukan penyaluran CSR dengan baik. Begitu juga dengan pola-pola penyaluran CSR ke masyarakat yang belum di melalui pengkajian yang matang.

“Dari pengamatan dengan pihak Peneliti Unmus dan Unpati kami melihat bahwa memang program CSR ini sudah dilakukan oleh perusahaan sawit, dari konsultasi, komunikasi, percakapan dengan beberapa elemen tadi, tetapi ada hal yang miss dalam hal ini bahwa program yang mereka lakukan itu kurang dipublikasi, sehingga ada image di masyarakat perusahaan itu kurang melakukan dengan baik, begitu juga terkait dengan pola-pola kerja, apakah ini sudah sesuai dengan keinginan masyarakat atau tidak, ini harus dikaji dengan baik.” Ujarnya.

Sehingga dirinya berharap nantinya melalui program CSR yang tepat sasaran, maka manfaat positif dari kehadiran perusahaan sawit di Kabupaten Merauke dapat dirasakan oleh masyarakat, khususnya masyarakat orang asli Papua yang tanah ulayatnya digunakan untuk membuka lahan perkebunan sawit.