Kesuksesan G20 Jadi Modal Suksesi ASEAN Tourism Forum (ATF) 2023

YOGYAKARTA – Kesuksesan penyelenggaraan berbagai event internasional di Indonesia tahun ini seperti KTT G20 diharapkan memberikan dampak yang besar terhadap penyelenggaraan event-event lainnya seperti ASEAN Tourism Forum yang akan berlangsung pada 2 hingga 5 Februari 2023 di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Sekretaris Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Sekretaris Utama Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Sesmenparekraf/Sestama Baparekraf) Ni Wayan Giri Adnyani dalam rapat koordinasi persiapan penyelenggaraan ATF 2023, Jumat (25/11/2022) di Gedhong Pracimosono, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, mengatakan, pengalaman Indonesia khususnya Kemenparekraf sebagai host penyelenggaraan event internasional di tahun ini jadi modal yang sangat berharga dalam menyongsong kesuksesan ATF mendatang.

Beberapa event tersebut seperti Internasional Wellness Tourism Conference And Festival, World Tourism Day, The 3rd World Conference on Creative Economy, juga KTT G20.

“Ditambah dengan kesiapan Yogyakarta International Airport yang telah memiliki akses penerbangan langsung dari dan menuju Yogyakarta ke berbagai negara. Seperti AirAsia dan Malaysia Airlines (Malaysia), Scoot Airlines (Singapura), Thai Smile (Thailand), diharapkan menjadi faktor pendukung lainnya,” ujar Ni Wayan Giri Adnyani.

ASEAN Tourism Forum (ATF) adalah event pariwisata tahunan terbesar di kawasan ASEAN yang dihadiri oleh para pembuat kebijakan, praktisi, serta pelaku industri produk dan layanan pariwisata di ASEAN. ASEAN Tourism Forum (ATF) menjadi ruang kerja sama regional yang berupaya untuk mempromosikan wilayah ASEAN sebagai salah satu tujuan wisata.

ASEAN Tourism Forum (ATF) merupakan kunci pengembangan pariwisata di negara- negara ASEAN. ATF juga mencakup pertemuan antara badan pemerintah pariwisata dan organisasi sektor swasta serta pertemuan bisnis antara seller dan buyer.

Giri berharap nantinya agar lebih banyak seller dan buyer yang berpartisipasi dalam Travex di ATF 2023.

“Kemenparekraf telah mendistribusikan undangan untuk ASEAN Tourism Ministerial & Related Meetings melalui ASEAN Secretariat,” ujar Giri.

Dalam rapat koordinasi ini juga disampaikan beberapa persiapan teknis yang telah dilakukan. Seperti delegasi non-VIP diberikan dua pilihan airport shuttle yaitu pertama langsung dari Yogyakarta International Airport (YIA) menuju official hotel.

Kedua, dari YIA menuju Stasiun Tugu dengan menggunakan kereta bandara. Selanjutnya, dengan menggunakan bus shuttle, delegasi non-VIP dari Stasiun Tugu dapat menuju official hotel.

Terdapat 25 official dan partner hotel yang telah ditunjuk dan siap memberikan harga khusus bagi delegasi ATF 2023.

Kemenparekraf juga akan melaksanakan Joint-Event dengan beberapa pihak seperti Traveloka untuk Post Tour, US-ABC untuk Breakfast Meeting Menteri, dan CNN untuk Business Luncheon Menteri dengan Co-Host: Wamenparekraf.

Selain itu telah dialokasikan juga lokasi pendirian 10 booth untuk UMKM di area Kraton Grand Ballroom dan akan ada dukungan 18 Patwal dan Security Officer (SO) untuk pengamanan delegasi VIP. Terakhir motif Batik Nitik akan diusulkan sebagai seragam bagi delegasi VIP.

Kemenparekraf secara resmi telah menjalin kerja sama dengan CNN sebagai official media partner dan TTG Asia sebagai official daily news yang akan memberikan daily release terkait penyelenggaraan ATF baik untuk agenda pertemuan antar menteri maupun agenda Travex.

Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenparekraf/Baparekraf, Martini M Paham, menambahkan, bagi delegasi pertemuan, peserta TRAVEX dan media yang akan berpartisipasi sudah dapat melakukan pendaftaran.

“Pendaftaran dilakukan melalui website atf2023.indonesia.travel,” ujar Martini Paham.

Turut hadir dalam rapat koordinasi tersebut, Sekretaris Daerah DIY, Raden Kadarmanta Baskara Aji; Kepala Dinas Pariwisata DIY, Benny Saptianto; serta Ketua BPPD DIY; GKR Bendara.