Kemenkumham Sulsel Adakan Penyuluhan Anti Korupsi Kepada Pegawai

MAKASSAR – Inspektorat Jenderal (Itjen) Kementerian Hukum dan HAM RI gelar Penyuluhan Anti Korupsi di Kantor Wilayah Sulawesi Selatan guna menanamkan nilai-nilai anti-korupsi, moral, dan integritas kepada pegawai oleh Tim Itjen, Nasruddin Nurdiansyah dan kawan-kawan, Jumat(18/11).

Dalam sambutannya, Kepala Bagian Program dan Humas John Batara mewakili Kakanwil Liberti Sitinjak menyampaikan, kegiatan itu merupakan salah satu upaya tindakan pencegahan korupsi yang ditanamkan oleh Itjen Kemenkumham kepada pegawai Kanwil Sulsel.

“Ini juga merupakan upaya untuk menanamkan sikap anti korupsi dalam diri pegawai,” ujar John Batara.

Pada kesempatan ini, Nasruddin selaku penyuluh anti korupsi dari Itjen menitik beratkan bahasannya pada gratifikasi.

Dimana gratifikasi berdasarkan Permenkumham Nomor 58 tahun 2016 tentang gratifikasi menjelaskan bahwa Gratifikasi adalah pemberian dalam arti luas, yakni uang, barang, rabat (discount), komisi, pinjaman tanpa bunga, tiket perjalanan, fasilitas penginapan, perjalanan wisata, pengobatan cuma-cuma, dan fasilitas lainnya, baik yang diterima di dalam negeri maupun di luar negeri, yang dilakukan dengan menggunakan sarana elektronik atau tanpa sarana elektronik.

Lebih lanjut dijelaskan, sebagaimana dalam Permenkumham tersebut gratifikasi yang tidak wajib dilaporkan sebagaimana dimaksud dalam pasal 2 huruf b terdiri atas Terkait dengan tugas kedinasan dan tidak terkait dengan kedinasan.

Sedangkan Gratifikasi yang wajib dilaporkan sebagaimana dimaksud dalam pasal 2 huruf a merupakan gratifikasi yang diterima oleh pegawai yang berhubungan dengan jabatannya dan/atau berlawanan dengan kewajiban atau tugasnya dalam tugas kedinasan atau diluar tugas kedinasan.

Selanjutnya Nasruddin menjelaskan dalam Pasal 17 ayat (1) Permenkumham 58 Tahun 2016 “Pegawai yang menolak penerimaan Gratifikasi, wajib melaporkan kepada UPG Pusat atau UPG Satuan Kerja untuk menghindari adanya resiko melekat di kemudian hari terhadap para pihak”

Pada akhirnya Nasruddin berpesan agar kita dapat disiplin, jujur dan bertanggungjawab dalam melakukan apapun untuk menghindari tindak korupsi.

“Perjalanan Pemberantasan Korupsi masih Panjang, Tindakan refresif untuk menindak para koruptor tidaklah cukup, diperlukan kita semua sebagai tunas – tunas integritas yang menularkan virus – virus anti korupsi,” lanjut Nasruddin dalam pesannya.