Keluarga Korban Penganiayaan di PT SAMS Muara Dilam Minta Pelaku Segera Ditangkap

ATENSINEWS.COM.| ROKAN HULU, PROPINSI RIUA –Nasib seorang BHL (Buruh Harian Lepas-red) yang bekerja sebagai pemanen di PT Sumber Alam Makmur Sentosa (SAMS), Marius Zega demi mencukupi kehidupan dan kebutuhan keluarga, namun pada saat kerja pada tanggal 22 November 2022 sekitar pukul 09.40 Wib. tepatnya di areal lahan perusahaan tiba-tiba datang beberapa orang yang dikenal dengan sebutan Suhartono alias Oto bersama satu orang rekannya mengusir korban dari tempat kerja dan langsung di pukuli dan dianiaya sampai jatuh ke parit sehingga korban mengalami memar di muka dan di punggung.

Saat itu juga korban, Marius Zega mendatangi Polres Rokan Hulu untuk membuat laporan terkait hal yang di alaminya dan di dampingi Asisten dan Mandor dari pihak PT SAMS untuk memberikan keterangan sebagai saksi.

Ketika dikonfirmasi ke pihak manajemen PT SAMS, Asisten Kebun MD II PT SAMS, Fenri Manullang mengatakan “benar bang, salah satu anggota pemanen BHL, dipukuli di lapangan tepatnya di Blok H 32 oleh Suhartono alias Oto bersama satu rekannya, sehingga sampai saat ini korban kita kawal sampai tuntas,” terangnya, Rabu (23/11/2022) di PT SAMS.

Ditempat berbeda, Ketua paguyuban suku Nias dari ONUR (Orahua Nias Nusantara) Kabupaten Rokan Hulu, Hendrik Halawa meminta pelaku segera ditangkap oleh penegak hukum agar tidak terjadi lagi penganiayaan terhadap suku Nias di Rokan Hulu.

“Saya sebagai Ketua DPD ONUR Rokan Hulu mengucapkan terimakasih kepada bapak Kapolres Rokan Hulu melalui Kapolsek Kunto Darussalam sudah menerima Laporan Pengaduan Dugaan Penganiayaan yang terjadi di PT SAMS Muara Dilam,” ujarnya.

“Saya dalam hal ini mewakili keluarga korban meminta kepada bapak Kapolres agar pelaku diamankan sesuai dengan hukum yang berlaku di Negara ini. ” harapnya dengan tegas.

“Kami dari Paguyuban Nias yang bernaung di DPD ONUR Rokan Hulu tetap optimis dan percaya penanganan perkara pidana di masa kepemimpinan bapak Kapolres Rohul AKBP Pangucap Priyo Soegito SIK MH selalu mengedepankan konsep Transformasi menuju Polri yang Presisi (Prediktif, Responsibilitas dan Transparansi berkeadilan),” pungkas Hendrik Halawa.
(UTEMA GEA)