Kedaulatan Digital Melalui Kemandirian Platform Media Sosial Indonesia

TANGERANG – Aktifitas di Media Sosial (Medsos) saat ini sudah menjadi trend semua kalangan mulai dari lingkungan pemerintah, pejabat tinggi negara sampai pejabat di lingkungan RT/RW. Berbagai aplikasi medsos yang biasa digunakan di Indonesia memiliki satu kesamaan yaitu merupakan produk luar negeri bukan karya anak bangsa.

“Jika dicermati secara mendalam, ternyata kondisi tersebut memunculkan beberapa kekhawatiran, seperti data pribadi pengguna media sosial dipegang oleh orang asing,” jelas Deputi Bidang Koordinasi Komunikasi, Informasi, dan Aparatur Kemenko Polhukam Marsda TNI Arif Mustofa saat membuka acara Focus Group Discussion di Tanggerang, Banten, Kamis (8/12/2022).

Marsda TNI Arif Mustofa menambahkan bahwa keuntungan dari hasil penggunaan platform medsos tersebut akan mengalir ke luar negeri, dan berbagai keuntungan yang didapat melaui monetisasi digital masuk ke para pemilik dan pegawai perusahaannya yang jauh di sana. Kemudian penduduk Indonesia menjadi ketergantungan dengan aplikasi asing.

“Seperti beberapa waktu yang lalu ketika whatsapp sempat mengalami gangguan, dengan cepat masalah ini menjadi viral dan dibahas di berbagai media online. Secara sederhana terlihat bahwa kehebohan ini menunjukkan para penggunanya sudah begitu bergantung dengan whatsapp,” ungkapnya.

Mencermati gambaran di atas, diperlukan berbagai upaya untuk dapat mewujudkan kemandirian dalam pembuatan aplikasi medsos karya anak bangsa sendiri. Sudah tentu hal ini tidak semudah membalikan telapak tangan, tetapi dibutuhkan upaya yang komprehensif dan terpadu serta adanya inisiatif dari berbagai pihak, seperti pihak Pemerintah, Swasta, Teknokrat, Pengusaha dan juga Masyarakat yang nantinya akan menjadi pengguna aplikasi medsos ini.

“Melalui FGD ini, diharapkan kita dapat secara bersama-sama membahas dan mendiskusikan upaya-upaya yang komprehensif dalam rangka membangun kedaulatan digital melalui kemandirian platform media sosial Indonesia guna kedaulatan bangsa dan negara,” terangnya.