Jacob Ereste : Harapan Pada Panglima TNI Laksamana Yudo Margono Mengoptimalkan Jagat Maritim Negeri Bangsa Pelaut

BANTEN – Harapan terhadap Panglima TNI yang baru, Laksamana Yudo Margono untuk mengoptimalkan penengebangan segala sumber yang berkaitan daya kelautan — baik untuk alam maupun sumber daya manusia — sehingga jagat maritim bangsa Indonesia yang terkenal sejak dahulu sebagai bangsa pelaut dapat segera kembaki berjaya dan menjadi unggulan termasuk ketahanan dan pertahanan militer yang tangguh.

Semangat dan kebanggaan bangsa Indonesia sebagai orang pelaut seperti yang pernah ditandai pada zaman Kerajaan Sriwijaya dan Majapahit hingga menghantar Indonesia merdeka semasa Laksamana Malahayati yang sangat perkasa itu, perlu dan patut menjadi acuan dan tauladan.

Karen itu tidak berlebih harapan besar terhadap Panglima TNI yang baru untuk segera memajukan segenap potensi sehingga Indonesia dapat menjadi negara maritim kuat dan tangguh serta perkasa dalam segala bidang, termasuk upaya untuk mendukung mengoptimalkan hasil laut yang dapat dan mampu dikerjasamakan dengan kaum nelayan maupun masyarakat pesisir disepanjang pantai bumi pertiwi ini dari ujung Timur hingga ujung Barat. Dan dari masyarakat pesisir pada bagian Utara sampai mentok di pantai Selatan kita yang maha luas dan panjang.

Kepastian pelantikan Laksamana Yudo Margono yang sangat profesional dalam bidang ketahan dan pertahanan kelautan sangat diharap membawa perubahan yang signifikan bagi bangsa Indonesia yang patut berjaya dalam pada bidang maritim, setidaknya seperi Amerika Serikat yang memposisikan pasukan marinir terunggul dalam menjaga ketahanan dabn pertahanan negara.

Agaknya, inilah momentun terbaik bagi Penglima TNI Laksama Yudo Margono meningkatkan segenap sumber daya — manusia dan kelautan — menjadi unggulan yang terhandal menjaga kedaukatan kelautan Indonesia dari rongtongan dan keusilan bangsa asing, mulai dari pencurian hasil laut kita — ikan hingga pasir — seperti yang sangat terang berderang dilakukan Negara Singapura untuk untuk mereklamasi daerah mereka hingga sekarang diperkirakan sudah memekar hampir dua kali lipat dari datarannya yang asli.

Pencurian pasir laut Indonesia sejak 15 tahun silam hingga kini di sekitar Kepulauan Riau terus berlangsung sampai sekarang. Sementara Kapal Patroli Angkatan Laut — yang terbilang canggih dan sangat terbatas jumlahnya itu — tidak mumpuni untuk menghalau kapal keruk pasir milik bangsa asing itu.

Sungguh — sebagai warga bangsa Indonesia yang memimpikan kejayaan bangsa pelaut di negara kepulauan terbesar di dunia ini — sangat mempikan jagat maritim Indonesia dapat menjadi formula dari kedaulatan bangsa dan negara yang tangguh, bergengsi serta disegani bangsa-bangsa asing yang usil dan acap meleceh bangsa Indonesia di perairan laut kita.

Pelantikan Laksama Yudo Margono menjadi Panglima TNI pada 19 Desember 2022, semoga dapat menjadi titik tolak dari pengembangan TNI Angkatan Laut di negeri kepulauan ini. Sehongga generasi masa kini tak lagi merasa malu untuk sekedar menggumamkan nyanyian “Nenek Moyangku Orang Pelaut”. Dan kisah Laksama Laut Malahayati itu tak cuma menjadi mitos dan dongeng belaka.

Selamat menunaikan tugasmu yang sangat mulia ini Jendral (Laksamana). Semoga kemuliaan namamu pun bisa mengungguli jemuliaan Nenek buyut kita Laksama Wanita yang maha perkasa, yaitu Malahayati.