Jacob Ereste: Dari Anjangsana GMRI Semakin Mengukuhkan Kiprahnya Bersama Posko Negarawan Yang Akan Segera Merbah Kepulauan Seram dan sekitarnya

JAKARTA – Acara anjangsana Tim GMRI (Gerakan Moral Rekonsiliasi Indonesia) ke sejumlah tokoh hari Rabu, 21 Desember 2022 dimulai dari Kanjeng Pangeran Bios Abiyoso Hadiningrat hingga makan siang bersama di kediaman Datuk Rajawali, KRH. Suharto Hardjodipuro di Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Datuk Rajawali yang memiliki relasi sangat luas dengan sejumlah pejabat tinggi di negeri ini sempat meyakinkan sahabat dan kerabat GMRI maupun motor penggerak Posko Negarawan bahwa pilihan sikap Eko Sriyanto Galgendu patut didukung, kerena dia sendiri berani berdarah-darah melakoni laku spiritual sejak puluhan tahun silam sampai hari ini, hingga kemudian ikut mendirikan GMRI bersama Susuhunan Paku Buwono XII, Gus Dur dan Prof. Dr (HC) Habib Chirzin dan sejumlah tokoh dan pemuka agama dan konsisten menggenggam amanah termasuk akte GMRI yang tercatat secara resmi oleh notaris.

Sebelum berkunjungan ke kediaman Datuk Rajawali, Kanjeng Bios Abiyoso sempat mengajak singgah di Pendopo Waringin Putih dan Puri Multazam miliknya yang sangat megah di kawasan Jagakarsa ini.

Diskusi soal sosok pemimpin yang berwawasan negarawan dengan basis spiritual yang kuat seperti yang diidealkan oleh GMRI sungguh sangat diperlukan untuk dapat menyelamatkan bangsa dan negara Indonesia dari keambrukan yang sangat mengkhawatirkan kondisinya sekarang ini, kata Kanjeng Bios Abiyoso, karena langkanya sosok pemimpin yang ideal itu harus mempunyai keahlian yang mampu mempertemukan dengan nilai-nilai keillahian, tandas sang Pangeran yang selalu tampil dendy dan plamboyan ini.

Dalam diskusi infornal di Padepokan Datuk Rajawali, sudah hadir terlebih dahuku Kolonel Laut Antonius, mantan Danlanal Kepulauan Nias.

Dari diskusi dapat disimpulkan satu diantara syarat utama bagi seorang pemimpin itu harus berlandas pada spiritual. Karena etika, moral dan akhlak harus dan wajib menjadi penuntun dalam membuat kebijakan serta langkah dan program yang senantiasa harus diorientasikan kepada Tuhan, manusia dan jagat raya sebagai ciptaan-Nya.

Jadi itulah intinya usaha GMRI bersama Posko Negarawan ingin menemukan titik temu, imbuh Eko Sriyanto Galgendu. Sebab yang diidealakan perlu adanya semacam suatu pengertian atau pemahaman filsafat yang diwujudkan dalam bentuk simbol angka delapan dengan mempertautkan dua angka nol yang menyatu dan saling mengikat antara yang satu dengan yang lain.

Revolusi mental yang dilakukan selama ini hanya berkisar pada mikrokosmos, tidak meliputi makrokosmos. Dan kegagalan revolusi mental (1) tidak mampu mengubah mainset manusia Indonesia, (2) tidak berhasil meningkatkan semangat dari etos atau integritas kerja yang lebih baik dan (3) tidak berhasil membangkitkan semangat dari ruh gotong royong, kata Mitho Kapiten dalam diskusi lanjutan pada hari Rabu petang, 21 Desember 2022 di Sekrerariat GMRI Jl. Ir. H. Juanda No. 4 Jakarta Pusat.

Hadir diantaranya aktivis gaek yang selalu berada di belakang semua gerakan perlawanan, Joyo Suwantoro, budayawan dan penyair Imam Ma’arif yang gegap gempita tampil dengan karya sastranya fenomenalnya yang baru saja menggedor dan mengkritisi kondisi dan situasi negeri ini. Ada juga Titho Kapiten intelektual muda yang sangat kritis dan brilyan memetakan geo-politik, ekonomi dan sosial budaya kita yang sangat gawat dan rentan hingga sangat mencemaskan kehidupan berbangsa dan negara kita.

Jadi intinya, spiritual kenegaraan itu harus beranjak dari spiritual kebangsaan, kara Eko Sriyanto Galgendu. Karena itu, spiritual kenegaraan harus ditopang oleh spiritual kebangsaan yang kuat. Sedangkan spiritual kebangsaan harus dibangun dengan etika yang kuat, moral yang tangguh dan akhlak manusia yang teruji secara rijit pada setiap pelaku dari para pengelola tatanan berbangsa dan bernegara.

Namun yang tidak kalah penting dari semua itu, dukungan tergadap gerakan kebangkitan dari kesadaran serta pemahaman spiritual semakin banyak mendapat dukungan dari berbagai elemen masyarakat serta siap untuk ikut membangun serta mengembangkan kiprah GMRI serta Posko Negarawan di berbagai tempat dan daerah, ungkap Eko Sriyanto Galgendu.

Setidaknya, pada bulan Maret – April GMRI dan Posko Negarawan akan merambah hingga Kabupaten dan Kota di Seram sekitarnya, janji Mitho Kapiten dihadapan kerabat dan sahabat GMRI yang berkumlul hingga menjelang tengah malam di Posko Negarawan Pusat, Jl. Ir. H. Juanda No. 4 Jakarta sambil merumuskan sejumlah hajat besar yang bakal digelar dalam waktu dekat.