Ini Lima Prinsip Pembangunan Ekonomi Pedesaan

Masyarakat pedesaan umumnya mengalami banyak perbedaan dengan masyarakat yang tinggal di Kota. Misalnya saja dari segi ekonomi, teknologi, pendidikan, serta politik yang cenderung lebih tertinggal dari pada di wilayah perkotaan.

Kondisi ini menjadi penyebab terjadinya urbanisasi secara massif dan sulit untuk dihentikan.

Untuk mengatasi kesenjangan sosial yang telah berlangsung sejak lama itu, diperlukan upaya pembangunan ekonomi pedesaan yang dapat mengatasi berbagai permasalah ini.

Berikut 5 (lima) prinsip-prinsip pembangunan ekonomi pedesaan (Almasdi, dkk 2013):

  1. Transparansi (Keterbukaan). Harus ada transparansi dalam hal pengelolaan pembangunan, termasuk dalam hal pendanaan, pemilihan kader, pembangunan sistem, pelaksanaan program, dan lain sebagainya;
  2. Dibutuhkan partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat desa;
  3. Dapat Dinikmati Masyarakat. Sasaran dari pembangunan ekonomi harus sesuai sehingga hasilnya bisa dinikmati oleh keseluruhan masyarakat;
  4. Dapat Dipertanggungjawabkan (Akuntabilitas). Proses perencanaan, pelaksaan dan evaluasi yang dilakukan harus bisa dipertanggungjawabkan, dalam arti tidak terjadi penyimpangan;
  5. Berkelanjutan (Sustainable). Program yang dirancang harus dapat berlangsung secara terus menerus atau berkelanjutan, sehingga peningkatan kesejahteraan masyarakat desa berlangsung permanan, dan bukan hanya pada satu waktu saja.