H. Hidayatullah : Sejatinya Semua Kita Adalah Da’i

MEDAN – Bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim.

Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang  yang beriman diantara kamu dan mengerjakan amal-amal shaleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka  berkuasa di muka bumi,  sebagaimana Dia telah menjadikan orang – orang sebelum mereka berkuasa.

Demikian awal tausyiah H. Hidayatullah Ahad Subuh 11 Rabiul Akhir 1444 H /06 November  2022 M di Masjid Mukhlisin  Medan Johor.

Terkait dengan kekuasaan,  Allah akan memberikan  kekuasaan  kepada mereka, kepada kelompok,  kepada komunitas,  bukan kepada orang per orang.

Pergantian  kekuasaan antara Rasulullah  Saw, dengan para sahabat memegang dan berkuasa lebih kurang 15 abad,” kata Hidayatullah Anggota DPR RI Fraksi PKS daerah pemilihan Sumut 1 ini.

Membangun peradaban  memerlukan waktu yang sangat panjang dan kesabaran, berbicara mengenai kekuasaan ini adalah satu unsur yang harus kita kerjakan,  dimulai dari kata kuncinya adalah iman.

Nabi diutus pertama  adalah urusan hati urusan iman bayangkan dakwah yang disampaikan  Nabi di Mekkah selama kurun waktu 13 tahun pengikutnya hanya seratusan orang saja,  karena iman para sahabat yang sudah ditempa oleh iman maka dakwah dapat menembus sekat-sekat teritorial,  sekat-sekat demografi.

Dengan kekuasaan kita dapat melipat gandakan kebaikan. Dalam kekuasaan ini harus ada sekelompok orang pastinya harus berkolaborasi dengan semua pihak.

Di sessi tanya jawab jamaah masjid menanyakan bagaimana pandangan PKS tentang  pencalonan Anies Baswedan menjadi capres? Sebagai politisi,  sebagai Da’i Hidayatullah  menjawab bahwa PKS bersama rakyat, apa keinginan  rakyat tentu PKS sangat mendukungnya, disinggung kenapa PKS belum mendeklarasikan Anies? tradisi PKS urai Hidayatullah  berlaku mekanisme  syuro (musyawarah)  dikaji dari semua aspek, diskusi  panjang agar mendapatkan kesepakatan  yang baik.

Partai Keadilan Sejahtera  melalui  juru bicaranya sangat intens melakukan dialog, ini bertujuan agar koalisi  yang dibangun nantinya menjadi solid,” pungkas Hidayatullah.