Diminta Polda Kepri Tidak Diam Terkait Dugaan Praktek Perjudian di Gelper Kampung Aceh

ATENSINEWS.COM – Adanya dugaan aktivitas Gelanggang Permainan Elektronik (Gelper) di Kota Batam yang kembali beroperasi seperti semula, dimana yang sebelumnya aktivitas Gelper di Kota Batam sudah tutup kurang lebih 6 Bulan.

Berdasarkan instruksi yang diberikan Bapak Kapolri Listyo Sigit Prabowo untuk memerintahkan jajaran Mabes Polri hingga Polda untuk memberantas aktivitas judi, baik perjudian konvensional maupun online, termasuk pihak yang membekingi.

Terkait dengan adanya instruksi yang dikeluarkan oleh Bapak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo tersebut maka diduga bahwasanya Aparatur Penegak Hukum yang berada di Provinsi Kepri khususnya Kota Batam tidak mengindahkan apa yang telah diberikan oleh Petinggi Kepolisian RI terkait pemberantasan perjudian yang mana salah satu daerah di Kota Batam diduga kembali beroperasi.

Menurut hasil investigasi yang dilakukan oleh Tim media, bahwasanya diduga ada beberapa titik aktivitas praktek perjudian di Wilayah Kampung Aceh, Kelurahan Muka kuning, Kecamatan Sei Beduk telah beroperasi kembali, yang mana sebelumnya aktivitas dugaan praktek perjudian di wilayah tersebut tutup.

Akan tetapi, dari bukanya kembali dugaan praktek perjudian di Wilayah Kampung Aceh, diduga adanya bekingan di Wilayah tersebut, sehingga diduga aktivitas praktek perjudian di Kampung Aceh aman terkendali.

Sementara itu, berdasarkan Pasal 303 bis KUHP turut mengancam para pemain judi dengan pidana penjara paling lama 4 tahun dan/atau denda pidana paling banyak 10 juta rupiah. Akan tetapi dengan adanya undang-undang tersebut, Baik pengusaha dan pemain di Kampung Aceh Diduga tidak takut dengan adanya Razia dari Aparat Penegak Hukum, sehingga Pengusaha Gelper di Kampung Aceh terkesan kebal hukum.

Namun, ketikan Tim media melakukan konfirmasi melalui pesan WhatsApp kepada pihak Polresta Barelang terkait dugaan praktek perjudian di Kampung Aceh Simpang Dam. Atas konfirmasi tersebut Pihak kepolisian Polresta Barelang belum memberikan jawaban.

Untuk itu, diminta kepada Aparat Penegak Hukum tepatnya Pihak Jajaran Polresta Barelang untuk memberantas dugaan Praktek perjudian yang berada di Wilayah Kampung Aceh. Sehingga dengan apa yang diberikan oleh Bapak Kapolri terkait instruksi pemberantasan perjudian segera di indahkan.

Part I

(Kaperwil/Tim)