Diduga Pemilik Morena Pub dan KTV Batam Bungkam Terkait Tarian Striptis dan Trafficking

ATENSINEWS.COM – Menindaklanjuti pemberitaan sebelumnya terkait dugaan bahwa Morena Pub dan KTV menyediakan tarian Striptis dan cewek bokingan hingga saat ini belum mendapatkan titik terang dari pihak Polresta Barelang.

Tindakan yang dilakukan oleh Management Morena Pub & KTV atas adanya dugaan tarian Striptis dan cewek Bokingan merupakan pelanggaran hukum, yang mana sudah diatur dalam Undang-undang No. 44 tahun 2008 tentang Pornografi pada pasal 7, 4 dan pasal 10.

Atas dugaan trafficking atau disebut penjualan wanita melalui cewek bokingan di Morena Pub & KTV Batam tidak sesuai dengan Undang-undang No.21 tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang dapat dipidana penjara paling singkat 1 tahun atau paling lama 6 tahun dengan denda 40 Juta.

Berdasarkan hasil konfirmasi yang dilakukan oleh tim media atensinews.com group pada tanggal 11/02/2023 melalui pesan WhatsApp kepada pemilik Morena Pub & KTV bapak Andi terkait tarian Striptis dan cewek bokingan belum mendapatkan balasan. Akan tetapi dalam dugaan yang kuat, Bapak Andi Morena selaku Pemilik Morena Bungkam.

Kemudian, pada tanggal 12/02/2023, atensinews.com group kembali melakukan konfirmasi melalui pesan WhatsApp kepada bapak Andi atas dugaan tarian Striptis dan cewek bokingan di Morena. Namun, atas konfirmasi tersebut, diduga bapak Andi morena telah memblokir kontak telepon salah satu tim redaksi media atensinews.com.

Dalam dugaan yang kuat terkait tarian Striptis dan cewek bokingan di Morena Pub & KTV Batam sebagaimana management Morena memfasilitasi dugaan Pornografi dapat di pidana sebagai mana menurut pasal 7 pada Undang-undang No.44 tahun 2008 tentang Pornografi serta dijelaskan dalam pasal 4.

Untuk itu diminta kepada Aparat Penegak Hukum, khususnya Polresta Barelang untuk melakukan tindakan terhadap pemilik tempat hiburan Morena Pub & KTV milik Andi sehingga aktivitas tarian Striptis dan cewek bokingan yang dilakukan oleh Morena Pub & KTV dapat di tutup.

Berita ini masih butuh informasi selanjutnya.
Part II
Bersambung…

(Tim/Red)