Aliansi Mahasiswa Ono Niha Geruduk Kantor Bupati Nias Utara Nyaris Ricuh

Kabupaten Nias Utara – Puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Ono Niha disingkat Mahoni menggelar aksi unjuk rasa di halaman Kantor Bupati Nias Utara dan Gedung DPRD dengan berbagai isu strategis mengenai manajemen Pemerintahan kabupaten Nias Utara serta kualitas pelayanan publik. pada hari Kamis(13/04/2023)

Aliansi Mahasiswa yang menamakan mahoni menilai bahwa pencitraan Bupati Nias Utara Amizaro Waruwu yang berlebihan di sosial media memicu mahasiswa untuk membuat analisa sosial ihwal dampak kebijakan Pemerintah dalam kurun 2 tahun terakhir.

Massa aksi diterima langsung oleh Amizaro Waruwu,S.Pd di halaman Kantor Bupati didampingi beberapa Kepala OPD lingkup Pemkab Nias Utara

Pada saat aliansi mahasiswa saling tanya Jawab dengan Bupati Nias Utara. Dan Pimpinan aksi saling bergantian berorasi meminta penjelasan Bupati dengan singkat.

Demokrasi tersebut nyaris ricuh saling dorong mendorong sempat mewarnai aksi keributan. Demonstrasi berjalan kondusif dengan pengawalan oleh Personil Polres Nias serta Satpol PP Nias Utara

Setelah itu, yang Hadir dilokasi tersebut berhamburan mendekati mahasiswa peserta pendemo untuk menertibkan dan serta saling mendorong tidak terelakan

Terlihat Waka polres Nias menaiki mobil demontrasi dan memberikan pemahaman kepada peserta pendemo aliansi mahasiswa untuk mendengarkan penjelasan selesai memberikan pertanyaan.

Aksi dorong mendorong tidak berlangsung lama dapat berhenti dan demo tetap berlangsung.

Bupati Nias Utara Amizaro Waruwu menyampaikan untuk tetap tertib dan teratur untuk memberi pertanyaan, dan Dianya pun tetap bersedia mendengarkan dan memberi penjelasan. “Kita sangat menghargai dan apresiasi, kedatangan Adik-adik Aliansi Mahasiswa Ono Niha (MAHONI) Ketempat kita. Dan kita lanjutkan diskusi ini, dan sampaikan secara teratur, kami bersedia mendengarkan dan akan memberi penjelasan, sampai sore atau sampai malam saya tetap siap untuk bersama sama,”Ucap Bupati Nias Utara

Berikut pernyataan sikap aliansi mahasiswa ononiha(Mahoni) :

Menyikapi berbagai perkembangan yang terjadi dan isu yang sedang hangat -hangat nya di tataran masyarakat Nias Utara yang cukup membuat rakyat menjerit.

Dan guna sebagai sikap atas dinamika yang sedang terjadi, agar jeritan dan aspirasi masyarakat Nias Utara tersalurkan dan di respon serta di tindak lanjuti oleh bupati Nias Utara. Berserta komponennya, maka dengan itu, kami seluruh mahasiswa yang tergabung dan terkonsolidasi dalam aliansi mahasiswa ononiha (Mahoni).

Menyatakan sebagai berikut :

1.kami aliansi mahasiswa ononiha telah sepakat untuk mendesak bupati Nias Utara. untuk mengindahkan dan menindaklanjuti surat rekomendasi hasil klarifikasi atas pelanggaran sistem merit di lingkungan pemerintah kabupaten Nias Utara dari KASN ( nomor:B/2141/JP.01/06/2022) Dalam tempo waktu yang sesingkat singkatnya

2.kami aliansi mahasiswa ononiha (mahoni) mendesak bupati Nias Utara untuk segera menanggapi isu penundaan Pilkades dan segera melaksanakan Pilkades sistem pelayanan yang baik dan program pedesaan juga terlaksana secara efektif.

3. kami aliansi mahasiswa ononiha (mahoni) mendesak bupati Nias Utara segera menangapi isu pemotongan tunjangan tambahan penghasilan (TPP) Bagi seluruh pegawai dilingkungan Pemkab Nias Utara agar tidak membebankan pegawai dalam berkerja.

4.kami aliansi mahasiswa ononiha (mahoni) mendesak bupati Nias Utara segera mengevaluasi dinas sosial kabupaten Nias Utara karena tidak becus dalam manajemen pengelolaan serta sinkronisasi data keluarga penerima manfaat seperti PKH, agar hak-hak masyarakat tidak di kesampingkan dan segera di cairkan.

5..kami aliansi mahasiswa ononiha (mahoni) mendesak bupati Nias Utara segera menanggapi persoalan proyek -proyek mangkrak dan asal -asalan jadi di Nias Utara (seperti di lahewa dan alasa) agar segera ada evaluasi serta pertanggungjawaban atas kerugian negara yang Puluhan meliar

6. Dengan tegas dan sepakat akan mengelar aksi berjilid -jilid dan menempuh jalur perjuangan lain jikalau tuntutan dan pernyataan sikap ini tidak di tanggapi dan di tindaklanjuti oleh pemerintah kabupaten Nias Utara, dalam hal ini Bupati Nias Utara, dalam tempo 3 kali 24 jam setelah aksi ini

Demikian surat pernyataan sikap ini buat dengan penuh kesadaran dan penuh tanggung jawab sebagai wujud komitmen pada rakyat dan terlebih demi kemajuan nias Utara kearah yang lebih baik dan berkeadilan.

Hormat kami.
Pias, Pandu Elisaro Zebua
Korlap, Herman Syukur Zai dan Trio Yuvenus Zega. (YH)